Rabu, 16 Maret 2016
Level Tertinggi Persahabatan
Kita hidup bersosial karena manusia ga bisa hidup sendiria. Manusia itu tempatnya lupa dan khilaf. Jadi manfaatnya bully-an terhadap lupa dan khilaf itu apa? GA ADA.
Alangkah bahagianya punya sahabat yang dengan sopannya mengajak, “Sholat, yuk!” bukan yang, “Ceile alim bener lu!”
atau
“Katanya lu mau lanjut S2, belajar gih!” bukan yang, “Ngapain lu lanjut? Udah nyantai aja!”
Kita udah dibiasain sama hal-hal yang seharusnya ga dibiasain. Padahal siapa sih yang ga seneng disopansantunin sama orang? Tapi kita suka milih dikasari, dibully. So weird.
Sahabat itu punya porsi sendiri di akhirat. Bisa jadi syafaat bisa jadi mudharat. Syafaat bagi mereka yang selalu saling mengingatkan dan mudharat bagi mereka membiarkan kesesatan.
Ayo biasain yang baik biar hidup juga lebih baik. Bersahabatlah dengan baik, ingatkan yang baik, nasihati yang baik dan semua dilakukan dengan cara yang baik.
Dear, sahabat-sahabatku yang sedang berjuang memperbaiki diri. Uhibbuka fillah.
Selasa, 15 Maret 2016
ESTP vs INFJ (Part 2)
Pukul 12 tepat. Kudengar suara mobil ibu yang baru memasuki garasi. Sebenarnya Ben sudah mengajakku bergabung pada acara anniversary itu, tapi aku merasa tak nyaman. Kupilih untuk tetap berada di kamar melanjutkan tulisan-tulisanku yang terbengkalai.
Beberapa menit kemudian, kudengar teriakan Ben, "Happy Anniversary, Istriku!" begitu katanya. Entah bagaimana ekapresi ibu. Dulu dengan almarhum ayah, ia tak pernah mendapat hal seperti itu. Maklum, ayah juga seorang introvert akut sepertiku.
Aku tak mempermasalahkan apapu keputusan ibu. Apalagi perihal Ben, toh dia pria baik. Pendapat orang? Tulisanku bahkan lebih penting untuk diurusi.
"Ta ... Renata ...?" seseorang mengetuk pintu kamarku. Suara ibu.
"Kamu belum tidurkan? Sudah disimpan dulu tulisanmu, kemarilah!"
Aku tidak mengeluarkan sepatah katapun. Kulangkahkan kakiku ke pintu. Krik! Pintu kubuka selebar dua mata.
"Aaakkk!" sekumpulan balon terhampar di depan mataku! Terlihat senyum sumringah Ben di balik tumpukan balon.
#tobecontinued
ESTP vs INFJ Part 1 bisa dilihat di sini
http://sheswritten.blogspot.com/2016/03/estp-vs-infj.html?m=1
Senin, 14 Maret 2016
ESTP vs INFJ (Part 1)
Lagi-lagi ia membawa balon-balon itu ke rumah. Padahal sudah kubilang kalau aku tak suka balon. Aku tak suka gelembungnya, seperti bom waktu. Aku tahu pria ini, dia hanya ingin melakukan sesuatu untuk menyenangkan ibu. Walaupun baru satu tahun mereka hidup bersama. Tapi pria ini sudah lebih dari 365 kali mencari cara beromantis ria dengan ibu. Mungkin karena perbedaan umur yang cukup jauh, 12 tahun. Ya, pria muda ini adalah ayah tiriku, suami brondongnya ibu.
Ben, kudengar itu namanya. Pria dengan paras kebanyakan ini adalah mahasiswa ibuku di perguruan tempatnya mengajar. Entahlah apa yang terjadi hingga mereka bisa seperti sekarang. Ben, dengan potongan rambut ditarik ke belakang, mata bulat, hidung sedang dengan tahi lalat di dagu adalah pria dengan tipe kepribadian ESTP yang sangat berbeda jauh denganku yang INFJ. Sudah beberapa kali ia mengajakku mengobrol, aku hanya diam kemudian bergerak menjauh menuju kamar, duniaku.
Hari ini entah usaha yang ke berapa ia ingin merayu ibu. Hasrat jiwa mudanya tak dapat dibendung. Ia memasang semua perlengkapan sendiri. Apa lagi ini hari ulang tahun pernikahan pertamanya. Banyak sekali yang ia tanyakan padaku. Aku bisa jawab apa, seorang gadis berumur 16 tahun.
Kudengar ibu akan pulang telat hari ini. Sebenarnya seperti biasa. Ibu benar-benar pekerja keras. Ia juga seorang pengusaha. Diumurnya yang ke 37 ini, entah pesona apa yang ia miliki sampai mendapatkan si brondong.
#to be continued
Sabtu, 12 Maret 2016
Mengadu Pada Kopi
Senja,
Bukankah sudah lama kita tak menyeruput bersama?
Menyibak kepulan asap di atas cangkir porselen
Kau masih ingat baunya?
Aku masih
Seperti aroma tanah selepas hujan
Candu
Kita bersedia menunggu hingga dingin
Sedang kita beradu aksara tanpa henti
Melambung asa bersama aroma yang mengikat
Pada pekat kopi pagi
Kuadukan rinduku
Semakin pekatlah ia
Semakin pahitlah ia
Senja,
Aku pulang padamu
Pada hari setelah hujan
Thailand, 12316
Jumat, 11 Maret 2016
Kopi Masih Sendiri
Hujan berhenti
Kopi masih hangat sendiri
Kita lupa menyapa diri
Kau duduk menatap jalan sepi
Kutatap kau yang hening
Semburat merah jambu mewarnai pipi
Kau berpura-pura jauh
Kopi ini pahit
Diam ini pun menjerit
Serenade bernada sakit
Kau duduk menatap langit kelabu
Menunggu yang meracau pilu
Padahal aku masih menunggu
Kopi masih hangat sendiri
Mengepul sendiri
Menunggu kauusap jadi dingin
Kamis, 10 Maret 2016
Cuap-cuap Tips Nulis Ala Gue
Kali aku bakal share tips2 menulis yang GAK BAKAL GUNA kalo ngga dikerjain.
1. Membangun kebiasaan. Ini serius yang paling penting dari semuanya. Selagi menulis belum kamu jadiin kebiasaan. Kamu ngga bakal sampai ke pucuk rasa dari menulis... eeaaa
2. Ga perlu nunggu kamu tau semua. Yaelah nulis nunggu pinter kapan jadinya? Bener kan? Tulis aja udah. Salah nanti kita perbaiki. Kurang kita tambahin, berlebih ya dikurangin. Pas? Ya bagus!
3. Percaya Diri. "Ih tulisan gue apaan sih ni?"
Yaelah ngapain nilai tulisan sendiri? Cape deh 😂 ibaratnya kamu ngerjain ujian trus kamu ceklis2 sendiri. Jangaaaan. Kasih ke temen sebelah. Tanyain, "tulisan gue ancur banget yak?" Wkwk
Mau menulis apapun namanya tetep nulis. Kamu nulis 1 quote sehari udah bagus banget. Nulis chat, curhat, ide, apapun itu. Biar cuma sekalimat dua kalimat. Yang penting nulis.
Biasain nulis ngga perlu langsung tiap hari. Mungkin awal sekali seminggu, lanjut 3x seminggu, terus tiap hari. Kalo udah ketagian 5 jam sekali tangan kamu bakal gatal buat nulis.
Nah bicara kata 'MENARIK'. Sebenernya ini relatif banget. Tiap kita punya ketertarikan yang beda-beda. Misalnya aku ngga suka baca tere liye. Di luar sana pasti juga ada yang ngga suka baca Tere Liye. Percaya deh. Nah itu mungkin tulisan kamu ngga menarik buat kamu, tapi menarik buat aku.
Menulis tetep harus dibarengi sama belajar. Belajarnya apa? Membaca. Ngga harus cerpen atau novel yang fiksi. Sesekali perlu baca non-fiksi. Kali aja nemu kosakata yang bisa ramein fiksi kamu.
Maka dari itu kita butuh teman untuk belajar. Plis jangan stres sendiri ngerasa tulisan 'gak wow', Kasih ke temen. Kasih ke mereka yang suka atau ga suka baca.
4. Jangan takut bertanya!
Jangan malu nunjukin karya kamu! Minta kritik sepedas2nya sampai kuping kamu gerah. Biar kamu punya alasan buat terus perbaiki karya kamu.
Terakhir!
5. Jangan Menyerah! *Dmasivkeleess
Eit jangan salah! Banyak yang ngerasa ga maju2 dalam nulis eh akhirnya masukin cintanya ke kardus. Padahal kalo cinta mah diperjuangin 😄 eeaaa
Nulis itu katanya bukan cuma pake teknik tapi juga rasa. Sama kaya nyanyi. Teknik udah oke eh feelnya kosong. Siah siaaah sajaaah. Nah itu. Menulis itu mesti jujur. Yaelaaah. Makanya katanya lagi nulis itu butuh riset. Jadi bukan sekedar nulis tapi ngerasain langsung 😄
Ah iya! Paling penting ini.
Jadiin tulisan kamu sebagai hal positif bagi orang lain. Ga apa nulis tragedi, tapi tetep sisipkan amanat yang baik. Pahala deh buat kamu, InsyaAllah.
Rabu, 09 Maret 2016
Bicara Cinta
Cinta pada hakikatnya adalah kebijaksanaan. Mencintai menjadikan kita jadi lebih bijaksana. Mampu mengolah setiap rasa yang mengikat semakin erat.
Cinta tak selamanya tentang melepaskan. Jika benar, apa aku harus berhenti menulis?
Cinta pada hakikatnya memberi. Membuang jauh-jauh hasrat berharap kembali apalagi memiliki. Toh cinta yang baik akan menemukan rumahnya sendiri.
Sebaik-baiknya cinta adalah mencintai-Nya dan dicintai-Nya. Meminta doa-Nya selembut-lembutnya rasa pasrah.
Ah, mencintai itu kata kerja jadi harus dikerjakan. Entah dalam kata, gerak apalagi doa.
Selasa, 08 Maret 2016
I am ... a ...
Well, I never let myself openly introduce 'who am I?'
I let everyone find, guess, know even judge me freely.
For your information, I am kind of human who spontantly change her attitude, gesture or even her behaviour based on 'where am I'
No! I am not what you are thinking!
I am not people with Multiple Personality Diorder (DID) *lol
Next,
I AM BLOODY as MINANGNESE but ORIGINALLY BORN and 'GROW' UP in Pekanbaru, Riau.
I like watching than reading actually.
But I like writing than watching. Hahah. *uselessinfo
I used to have an everlasting dream.
Being a Reporter. Why?
I think (until now) I have a good voice. Huahahah.
Ok. We continue in Bahasa.
Secara fisik, alhamdulillah saya dilahirin dari keluarga dengan ukuran tubuh sedang. Secara psikis, saya adalah orang yang moody. Serious! I can express that 'mood' on my face.
Saya tipe kepribadian Extrovert. Suka sekali bergaul, berorganisasi, dan kegiatan yang bersentuhan dengan manusia dan alam. Sampai di jenjang kulaih pun, saya sangat aktif berorganisasi baik di dalam maupun di luar kampus. Penyuka seni, terutama musik dan teater.
Ada satu keinginan saya yang baru 5-6 tahun ini saya catat di memori. Ikut Indonesia Mengajar! Iya, datang ke pelosok buat ngajak main anak-anak di sana. Tapi kemarin lamaran saya ditolak 😂
Tentang kehidupan?
Dulu sekali, saya paling malas pasang target hidup. Lelah. Terus-terusan tukar tambah *barangelektronikkali* target hidup buat ke depan. Karena semua yang saya jalani sekarang sungguh jauh dari apa yang saya bayangkan. Ini lebih buruk atau lebih baik? Saya ngga tau, toh saya belum jalanin hidup yang lain.
Nah, sekarang target saya yang paling utama adalah 'bersyukur'. Why? Kita ini makhluk kesayangan Allah. Mungkin Allah mainin hidup kita? Impossible. Nah makanya, manusia hanya bisa berencana selamanya. Berencanalah sebanyak-banyaknya, sisanya? urusan-Nya.
Aduh udah ah, udah semampu saya ini nulisnya. Semoga ukhuwah menjadi penolong kita di akhirat nanti. Amin.
Annisa Fitri
Senin, 07 Maret 2016
Rindu Hujan
Ia yang datang tiba-tiba.
Menghilang begitu lama.
Lalu kembali muncul membanjiri semangkok rasa.
Sedikit berbekas banyak hilang disapu kemarau.
Ikut menghilang bersama mentari,
dalam kotak pandora membuang sunyi.
Sabtu, 05 Maret 2016
Thank You Thailand (2)
Kamis, 03 Maret 2016
Pada Rintik Pahit
Mengingatkan sorot matamu di balik kacamata yang basah itu
Warnamu sungguh tiada luntur
Malah menguapkan raksi para pujangga
Berucap bak obat terpahit
Tak kurang bahkan dicumbu ribuan rintik
kau bersembunyi di balik deras
Melambai kata tak dipinta
Bahkan dingin hanya fatamorgana
jika kau berbalik pada matahari lain
Kau akan tetap kedinginan.
Thailand, malam mengenang
Rabu, 02 Maret 2016
Thank You Thailand (1)
Assalamualaikum Thailand!
Nah kali aku bakal bagi cerita tentang negara yang hampir 10 bulan aku tinggali. *Pengen pulang*
Oke. Bagian pertama, Kenapa aku bisa di sini?
Itu pertanyaan yang paling sering ditimpukin ke telingaku. *untung ga hati yang ditimpuk*
Baiklah, aku gadis manis yang sedang berjuang dalan istiqamahnya adalah seorang lulusan Pendidikan Bahasa Inggris BP 2010 di UIN Suska Riau. The most beautiful University in Riau. Ini serius, kampus aku kece banget. Googling deh sekarang, sebelum lanjut baca.
Udah? Aku ngga bohong kan? *aku aja yang gampang dibohongin* 😂
Nah di kampus kita yang super elegan ini diisi oleh banyak mahasiswa dari negara ASEAN. Tau dong? Ada 10 negara itu. Tapi ngga semua sih ya. Beberapa dari Malaysia, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Thailand tentunya.
Naah dari sinilah takdir itu berawal. *takdir kita kapan dimulai?* *lah*
Salah satu temen aku tinggal di asrama kampus. Keren dong kita punya asrama! *siul2* Nah mahasiswa dari ASEAN itu banyak yang tinggal di asrama. Usut punya usut ditawari deh temen aku itu buat ngajar di sana. *singkat cerita*
FYI, aku tinggal di daerah Thailand Selatan, mayoritas Muslim di sini. Nah karenanya banyak Sekolah Muslim didirikan. Selang beberapa bulan, beberapa sekolah tertarik buat datangin guru dari Indonesia, mungkin karena sesama muslim dan gajinya lebih murah dari yang lain. *lol
Nah pas itulah aku nawarin diri buat ikut. Dua bulan setelah wisuda aku berangkat ke Thaliand. Masih fresh-graduate banget deh. Padahal waktu itu aku udah ngajar di bimbel juga sih. Tapi pernah ada yang bilang, lulus kuliah cari pengalaman dulu yang banyak baru deh cari pendapatan yang lebih.
But thats not so easy. Aku harus berjuang buat dapetin izin ortu yang galau mau lepasin anak gadis yang imut ini apa ngga 😄😄 Ditambah lagi daerah Thailand Selatan ini banyak konflik, masalah agama yang paling utama. Secara aku anak pertama dan perempuan satu-satunya. Tapi karena kita orang minang, menjadi perantau bukanlah hal tabu. Eeaa.
Nah Alhamdulillah, segudang pengalaman aku dapetin di sini. Dari semua sisi kehidupan, menjadi lebih kuat tentunya. InsyaAllah.
*Udah gitu aja?*
Nanti aku lanjutin lagi. Masih penasaran dong ya? Uhuk.
Pantengin blog aku terus!
Seluruh Jiwa
Selasa, 01 Maret 2016
Di Jalan Pulang
Langkah kian gontai
Diratapinya mendung
Pulang masih jauh
Sampaikah?
Tubuh gigil disulam rintik
Bibirnya memutih diwarna angin
Pulang masih lama
Bertahankah?
Hujan menyekapnya terlalu jauh.
Hingga darah menjadi beku
Pupil mengerut
Pulang,
Bertemu hangat pada nyala tawa
Namun rintik-rintik hujan kali ini mengaburkan radiasi tawa
Memutus jalan-jalan satu arah
Menjadikan kaku sebagai teman.
Pulang?
Tak sekarang.
Senin, 29 Februari 2016
Menjadi seorang Supporter
We love you Liverpool we do
Ooh Liverpool we love you
Klub bersejarah yang kerjaannya ungkit-ungkit sejarah kalo lagi ngedrop. Rival abadi Setan Merah* (read:Manchester United) Silakan tanya om google kalo ga percaya.
Minggu, 28 Februari 2016
Ngapain Ikutan ODOP?
Lah ngapain pake ikutan ODOP?
Apa susahnya sih nulis tiap hari?
Itu yang gue pikiran di awal ngeliat ada iklan ODOP di salah satu group nulis di Facebook. One Day One Post atau disingkat ODOP. Gimana enggak? Ngapain sih mesti sibuk sana sini gabung group beginian?
Pikiran polos nan absurd dicampur dangkal. Akhirnya gue gaya-gayaan dong liat postingan membernya, mau ngetes gitu. Ini misi berhasil apa kagak.
Hasilnya?
Etdaaaah! Rajin banget!
Trus gue ngaca dong? Gw stalking blog gue sendiri. Onde mandeee ... sekali semaunya aja postingan gue. Ada yg jaraknya ampe setahun, trus bulanan. Yang jaraknya sehari? Zero!
Gue mikir lagi. Gue NGAKU suka banget nulis tapi gue ga ngasih bukti. Gue NGAKU pengen banget punya buku sendiri tapi mana tulisan gue? KAGAK ADA. NIHIL.
Nah pas gue cek blognya Bg Syaiha, asli gue ketampar! Gede gaya doang gue. Hahah.
Ga pake pikir panjang, dengan mengucap Hamdallah eh Bismillah gue daftar di group kece ini. InsyaAllah gue bisa sadar diri, kalo gue belum berbuat apa-apa dan masih bisa bikin sesuatu.
Semangat Guys!
Minggu, 21 Februari 2016
Story Blog Tour ala KITA
Sabtu, 06 Februari 2016
The Last Word, an Early Story
Beberapa hari ini di kantor sikap Ara pun berbeda. Tak ada lagi kertas origami.
Jumat, 05 Februari 2016
Hijrah
Senja kali ini terasa berbeda, Ji. Tanganmu tak lagi menggenggam tanganku, mata sendumu tak lagi menatapku dengan syahdu. Tidak, semua tak lagi sama, Ji. Suatu kali, kita bersandar di bawah dua pohon kembar ini, orang kampung biasa menyebutnya pohon cinta. Mereka bilang pohon ini lahir bersama, tumbuh bersama, dan keduanya benar-benar mirip. Tak ada yang mau menebang pohon ini, toh siapa yang sanggup menebas cinta yang telah tumbuh lama? Waktu itu kulihat pandanganmu jauh menatap matahari yang kian dalam menyembunyikan sinarnya. Aku hanya memandangmu, tak kuhiraukan jingga yang dipuja banyak pujangga. Kau lebih dari romantisme senja, Ji.
Kamis, 28 Januari 2016
Deadline 26
"Nah, Ina umur kamu bentar lagi 26 tahun kan? Kamu juga udah lulus S2. Tahun ini kamu harus nikah! Deal." Tepat enam bulan sebelum ulang tahunku, bukannya kado yang kudapatkan tapi tagihan hutang.
